Postingan

Setia tak cuma-cuma

Cerita kita tidak berhenti saat kita patah hati. Pelan-pelan saja, karena sembuh itu perlu waktu yang tak bisa ditentukan jangkanya. Sedikit mengulas tentang kisah seorang laki-laki yang ditinggal kekasihnya, laki-laki yang memang benar-benar mencintai setelah dia dipaksa untuk mencinta. Dia mengikuti alur yang ada. Sampai pada akhirnya dia memiliki perasaan cinta yang dalam, bahkan lebih dalam dari yang dia kira. Suatu ketika kekasihnya pergi tanpa sebab. Menghilangkan perasaan yang katanya pernah hinggap. Hinggap? Sungguh kata itu mengingatkan dia pada cicak yang hinggap ditembok, sementara saja. Sedangkan dirinya sudah punya rasa, dan harapnya rasa itu bukan sekedar hinggap, tapi menetap. Langit yang mendung maupun cerah baginya sama. Sama-sama membawa pilu. Tak ada yang istimewa, kecuali kehadiran kekasih yang dulu sempat ia punya (ini katanya). “apa sulitnya melupakan?” kata teman karibnya. Dirinya membatin “Ah, mudah sekali kalimat itu diucapkan, sedangkan ia tidak merasakan, i...